TEKS DRAMA- KELOMPOK 6

Anggota Kelompok: 
Kezia Azzahra Adi Putri
Nadia Urda shafa 
A. Muqtavin 
M. Ghozali Abdi
M. Hasbi

Jalan pintas 
karya: kezia, nadia, muqtavin, abdi, Hasbi

BABAK I 

(Suasana siang di kantin. Reyhan dan Alex duduk di pojok sambil makan tahu isi dan es teh. Ramai, suara murid lain terdengar samar.) 

Alex:
(mengunyah makanan pelan)
Han, kamu inget kan tugas drama dari Pak Darma? Deadline-nya Jumat, sekarang udah Rabu. Kita belum nulis apa-apa, lho..

Reyhan:
Lah, baru juga Rabu, Lex. Dua hari tuh bisa jadi waktu yang panjang banget kaya jalan tol, asal kamu tahu caranya...

Alex: 
Cara apa lagi nih? Jangan bilang kamu pakai... cara kayak waktu itu ya?

Reyhan:
(mengangkat alis, tersenyum licik dan menghadap ke penonton)
yaahhh tau sendiri, hidup tuh udah cukup ribet. Masa mau ditambahin gara-gara stress tugas drama? santai aja kali lex, sekali sekali menikmati hidup

Alex:
menikmati hidup gimana si, jangan jangan kamu pakai web terlarang lagi ya?

Reyhan:
oh jelas, Tinggal ngetik, “buatkan naskah drama lima tokoh" abrakadabra wussss kamu tinggal duduk manis, baca, kirim. Easy peasy. bahkan sambil merem juga kelar lex

Alex
( berdiri mondar mandir )
Tapi han, kayaknya Pak Darma bisa tahu deh. Kamu tau sendiri kan? beliau teliti banget. bahkan cuma baca 1 kalimat, beliau bisa tau itu karya orisinil atau bukan. uda kaya dukun mandraguna wolak walik ahli segala macam copyright 

Reyhan:
Yaelah, alex alex. beliau itu cuma guru, bukan dukun. apa lagi dukun mandraguna wolak walik ahli segala macam copyright. Udah lah.. selagi naskahnya rapi, nggak akan ada yang curiga. Lagian, jaman sekarang itu ya, yang penting itu hasil bukan prosesnya. kalo ada yang gampang, kenapa harus susah?

( tiba-tiba Eca dan Nadia datang, lampu menyorot ke arah eca dan dan nadia. warna lampu sedikit merah ) 

Eca:
HAN! LEX! Kalian udah buat naskahnya belum sih! Aku udah kumpulin semua naskah dari kelompok lain, tinggal nunggu kalian.

Nadia:
(Sopan namun terdengar tegas)
Iya, biar bisa aku koreksi dulu sebelum diunggah ke blog kelas.

Reyhan:
Aman, cuy. Tenang aja, aman ajaa, santai aja! aku yang bakal upload sendiri, kok. Nanti malam, ya.

Eca:
(menatap sinis)
yakin mau upload sendiri?? yaudah lah terserah kalian aja. yang penting jangan telat, jangan bikin malu kelompok. awas aja kalian 

Reyhan:
Iyaa eca yang bawel nya ngalah ngalahin toa masjid

(Eca dan Nadia berlalu sambil saling lirik. Alex terlihat makin cemas. ; lampu redup ) 


BABAK II 

(Sore hari. Alex dan Reyhan berdiri di lorong depan kelas. Suasana sepi, hanya ada suara angin dan langkah murid lain sesekali.)

Alex:
Han… kamu yakin beneran aman?

Reyhan:
(memainkan gantungan kunci)
Seratus persen sen sen yakin, aku udah minta versi naskah yang nggak terlalu AI banget, Pakai gaya anak sekolah. di jamin deh ga bakal ketahuan.

Alex:
Duh han tapi ini tugas kelompok, Bukan tugas nya AI 

Reyhan:
Lex (menepuk alex) di dunia nyata, yang penting itu hasil. kamu pikir orang sukses mikirin proses? jelas engga. yang penting itu goal-nya. Kalo ada jalan pintas yang aman, kenapa harus lewat jalan terjal?

Alex:
Iya juga, sih.. duh tapi han kalo ketauan gimana?

Reyhan:
ga bakalan gimana gimana soalnya ga ketauan

Alex: 
Ya tapi kalo ketahuan?

Reyhan:
Ga akan ketahuan

Alex: 
Ketahuan 

Reyhan: 
Engga

Alex: 
Ketahuan

Reyhan:
Enggaaaa

Alex: 
Ket-

Reyhan
(menutup mulut alex) 
Engga. kalo aku bilang engga ya engga. 

Reyhan:
(Reyhan mengeluarkan HP)
Nah sip, aku udah upload naskahnya barusan. Judulnya “Rahasia di Balik Pintu.” keren kan?

Alex:
Hah... han, kamu bahkan belum baca isinya loh

Reyhan:
Ya buat apa baca? Aku percaya sama web nya.

Alex: 
Tapi han, percaya itu sama tuhan bukan sama web

Reyhan:
(menghembuskan nafas)
iya tau alex markotop, percaya tuh sama tuhan bukan sama web. tapi maksud ku disini, aku percaya sama web ini untuk membuat naskah sesuai sama apa yang aku mau

Alex: 
Oooooo, ngobrol dong 

Reyhan: 
Terserah deh, ayo pulang

(backsound, lampu redup)

BABAK III 

(Suasana kelas ramai. Pak Darma berdiri di depan, membuka laptop dan proyektor. Semua siswa mulai diam.)

Pak Darma:
Selamat pagi semuanya.

Semua:
Pagi, Pak!

Pak Darma:
Hari ini saya akan tampilkan naskah-naskah kalian yang sudah terkumpul. Saya apresiasi karena semuanya mengumpulkan tepat waktu. Kita mulai dari kelompok Nadia dan Eca.

(Naskah ditampilkan. Teks rapi, penuh emosi. Siswa lain mulai bergumam kagum)

Pak Darma:
Bagus. Strukturnya jelas, dialognya hidup, sesuai kaidah penulisan naskah panggung. tepuk tangan untuk eca dan nadia, nilai tugas bahasa indonesia kalian tuntas!

Pak Darma:
Sekarang, kelompok Reyhan dan Alex.

(Pak Darma membuka naskah. Semua diam.)

Pak Darma:
(membaca)
“Baik Reyhan, ChatGPT telah berhasil membuat naskah drama ini dalam waktu singkat…”

(Hening. Lalu... kelas meledak tertawa.)

Nadia:
lah gusti, chat gpt. makanya tiba tiba banget jadinya ca, pake acara mau ngumpulin sendiri ini toh alasannya

Eca:
Oh... pantesan kamu santai banget, Han. Ternyata...

Pak Darma:
(menahan emosi)
Reyhan. Kamu tahu nggak, ini tugas untuk melatih kreativitas dan kerja sama kelompok. Bukan nyuruh AI ngerjain semua.

Reyhan:
Saya… (terjeda) loh tapi ini kan namanya jalan pintas pak. ya saya cuma mikir pengen cepet selesai pak, setidak nya hasil itu lebih penting dari proses kan pak?

Pak Darma:
Tapi kamu lupa satu hal penting

Reyhan:
apa pak?

Pak Darma:
Bahwa jalan pintas itu bukan solusi. Apalagi kalau kamu jadi pelajar. Nilai bisa dicari. Tapi kejujuran dan proses belajar? Itu lebih mahal. proses itu penting reyhan, bahkan lebih penting dari sekedar hasil. 

Alex:
 (menepuk pundak Reyhan pelan)
aku ikut-ikutan kamu Han. Tapi sekarang aku nyesel. di kasi tau ngeyel si

Reyhan:
Iya, Lex. aku juga. Gara-gara pengen cepet, aku malah malu sendiri. harus nya aku dengerin kamu, soal pak darma yang emang dukun mandra guna wolak walik ahli per copyright 

Pak Darma:
Sebagai hukuman, Reyhan dan Alex harus menulis ulang naskah drama ini, pakai tangan. Tanpa bantuan Chatgpt. Dan nanti kalian presentasikan minggu depan di depan kelas.

Reyhan:
Siap, Pak. Saya janji, kali ini naskahnya murni dari saya.

Pak Darma:
Bagus. Karena belajar itu bukan soal cepat, tapi soal niat.


BABAK IV: 

(Reyhan dan Alex duduk di depan kelas, sambil megang pulpen)

Reyhan:
Lex… untuk pertama kalinya, aku bakal nulis drama... pakai tangan.

Alex:
Gapapa han siapa tau jadi penulis beneran kan?

Reyhan:
Tapi tetep aja, kadang jalan pintas emang menggoda…

Alex
(gestur memberi hormat)
Tapi sekarang kamu udah belajar kan, ga semua jalan pintas itu aman. 

(Mereka tertawa kecil. Lampu panggung meredup.)

TAMAT

A. Analisis Struktur Naskah Drama “Jalan Pintas”

Judul: Jalan Pintas
Jumlah Babak: 4
Jumlah Tokoh: 5
Tokoh penokohan:
* Reyhan: siswa yang suka mengambil jalan pintas, menggampangkan tanggung jawab
* Alex: teman Reyhan yang penurut, selalu mengikuti apa kata reyhan
* Eca: sekretaris kelas yang cerewet dan teliti
* Nadia: siswa pendiam, rajin, dan jujur
* Pak Darma: guru Bahasa Indonesia yang teliti dan bijaksana

Orientasi (Babak I):
Memperkenalkan tokoh utama dan konflik awal.
* Lokasi: Kantin
* Peristiwa: Reyhan dan Alex membahas tugas naskah drama. Reyhan mengusulkan menggunakan ChatGPT untuk membuat naskah. Eca dan Nadia datang untuk menagih tugas kelompok mereka.

Komplikasi (Babak II):
Konflik mulai berkembang.
* Lokasi: Koridor sekolah
* Peristiwa: Alex mulai merasa ragu dengan cara Reyhan. Namun Reyhan tetap yakin menggunakan jalan pintas akan berhasil. Naskah akhirnya diunggah ke blog oleh Reyhan.

Klimaks (Babak III):
Puncak konflik terjadi.
* Lokasi: Ruang kelas
* Peristiwa: Pak Darma membuka hasil tugas di depan kelas. Naskah Reyhan ketahuan menggunakan web karena tertulis otomatis dalam teks. Kelas menertawakan. Pak Darma memberikan hukuman dan nasihat penting tentang proses belajar

Resolusi (Babak IV):
Penyelesaian masalah dan perubahan karakter.
* Lokasi: Lorong kelas
* Peristiwa: Reyhan dan Alex menulis ulang naskah. Reyhan sadar bahwa kejujuran dan proses jauh lebih berharga daripada hasil instan. Karakter Reyhan mulai berubah, dan alex menyesal mengikuti perkataan rehan. 

B: Struktur Kebahasaan Naskah Drama “Jalan Pintas”

Kalimat Langsung:
Setiap dialog ditulis langsung seperti ucapan tokoh.
Contoh:
Reyhan: “yaahhh tau sendiri, hidup tuh udah cukup ribet. Masa mau ditambahin gara-gara stress tugas drama?”

Interjeksi (kata seru):
Mewakili emosi dan ekspresi karakter.
Contoh:
“Hah!”
“Yaelah!”
"Lah Gusti!”

Petunjuk Laku:
Menjelaskan gerakan atau ekspresi tokoh.
Contoh:
(mengangkat alis, tersenyum licik dan menghadap ke penonton)
(menepuk pundak Alex)
(lampu meredup)

Bahasa Percakapan:
Bahasa santai, sehari-hari, sesuai karakter remaja.
Contoh:
"Santai aja kali, Lex.”
"Yaelah, Alex Alex…”
"Pake acara mau ngumpulin sendiri, ini toh alasannya.”

Penggunaan Gaya Bahasa Humor dan Sindiran:
Agar cerita menarik dan ringan.
Contoh:
"Pak Darma itu bukan dukun mandraguna wolak walik ahli segala macam copyright.”
"Eca yang bawelnya ngalah-ngalahin toa masjid.”

C. Pesan Moral Drama “Jalan Pintas”
1. Proses lebih penting daripada hasil.
2. Kejujuran adalah bagian dari pembelajaran.
3. Tidak semua jalan pintas membawa pada kebaikan.
4. Teknologi boleh digunakan, tapi harus dengan tanggung jawab.
5. Teman yang baik akan mengingatkan kita saat salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI-RIZQIANA KAMILA

RESENSI- TAUFIQUL HAKIM

KARYA ILMIAH- MUFTI FAUZUL