CERPEN-SALSABILA FEBIANI
Jejak di Setiap Langkah
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat, aku sering merasa seolah terombang-ambing. Pagi datang dengan sinar matahari yang menyapa, tetapi aku masih saja terjebak dalam kebingunganku sendiri. Aku tumbuh di sebuah kota kecil yang sepi, dikelilingi oleh gunung-gunung hijau yang senantiasa mengingatkanku akan ketenangan. Namun, saat itu aku tak pernah benar-benar memahami makna ketenangan yang sesungguhnya.
Sejak kecil, aku dikenal sebagai anak yang pemalu. Orang-orang selalu berkata bahwa aku punya potensi besar, tapi aku selalu ragu dengan kemampuanku. Ketika teman-teman bermain dan tertawa, aku seringkali lebih memilih diam, merenung di sudut ruangan. Aku merasa dunia ini terlalu besar, dan aku terlalu kecil untuk memahaminya.
Komentar
Posting Komentar